Golput Capai 40 Persen, KPUD Tanjungpinnag Dinilai Gagal

Posted On April 9, 2009

Filed under Berita

Comments Dropped leave a response

Golput Capai 40 Persen, KPUD Tanjungpinnag Dinilai Gagal

KAMIS, 09-04-2009 20:47

Oleh : Yustin MS

TANJUNGPINANG – Tingginya presentasi masyarakat yang tidak hadir pada saat pencontreng hingga mencapai 40 persen alias golput pada Pemilu legeslatif yang berlangsung Kamis (9/4) menunjukkan kualitas Pemilu yang dilaksanakan KPUD Kota Tanjungpinang dapat dinyatakan gagal.

Kegagalan pemilu tersebut akibat ketidak siapan KPUD sendiri dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara. Alasannya adalah profesionalisme para anggota KPUD yang ada saat ini, yang memang sejak dari awal sudah dipertanyakan. Karena, anggota KPUD lama masih dipertahankan.

“Saya dari awal sudah mengkritiki, sesaat setelah seleksi anggota KPUD dilaksanakan. Seleksi itu sarat dengan intervensi pemerintah. Dua anggota KPUD Tanjungpinang  saat ini adalah anggota lama. Padahal, pada Pilkada Kota Tanjungpinang tahun 2007 lalu, KPUD terbukti kalah saat digugat prapreradilan di pengadilan. Ini bukti ketidaksiapan KPUD Tanjungpinang menyelenggarakan pemilu, hingga 40 persen golput,” ujar Ketua LSM Komite Amanat Masyarakat Independen (Kammi) Laode Kamaruddin kepada batamtoday, Kamis (9/4/2009) usai meninjau sejumlah TPS.

Ditambahkan Laode, resistensi kegagalan Pemilu 2009 ini sangat kental pada latar belakang para anggota KPUD itu sendiri, sebagai penyelengara Pemilu.

Laode mencontohkan, pada pendataan calon pemilih di Tanjungpinang banyak nama-nama calon TKI yang masuk DPT. Sementara, pada saat pemilu berlangsung, nama tersebut sudah tidak ada.

“Buktinya, di Shelter Engku Putri Km 9, setelah kita cek banyak nama yang tidak dikenal. Siapa lagi kalau buka nama TKI,” ungkapnya.

Kinerja KPUD Provinsi Kepri, menurutbta juga tidak becus. Hal itu terjadi karena dua anggota KPUD saat ini adalah dari anggota KPUD lama, yang juga banyak bermasalah. “Data yang kami miliki, tingkat kebobrokan pemilu tertinggi di Indonesia termasuk di Provinsi Kepri,” kata Laode.

Pantauan batamtoday di sejumlah TPS menunjukkan bukti bahwa warga yang tidak mencontreng jumlahnya cukup signifikan. Di TPS 57 Kelurahan Kamboja, dari 491 DPT hanya 220 yang nyontreng. Untuk TPS 58, DPT 419 yang memberikan suaranya hanya 221 pemilih.

Dan di TPS 56 kelurahan yang sama, dari 465 DPT hanya 229 yang menggunakan hak pilihnya. Sementara, di TPS 45 DPT-nya 437 pemilihnya hanya 236.

Untuk TPS 04 Kelyrahan Tanjungpinang Kota, DPT 463 orang dan pemilih 238 orang. TPS 03, DPT 304 dan pemilih hanya 172. Dan TPS 02, DPT 485 jiwa pemilih 203 jiwa.

Sementara, untuk TPS 01 yang merupakan tempat Gubernur Kepri Ismeth Abudllah dan istri Aida Ismeth mencontreng, dari 441 yang masuk DPT, hanya sebanya 191 pemilih yang memberikan suaranya.

Di TPS 01 Kelurahan Tanjungpinag Barat, DPT 347 jiwa dan pemilih hanya 150 orang. TPS 48 Kelurahan Kamboja, DPT 482 dan pemilih 298. Sementara, untuk TPS 18 Kelurahan Bukit Cermin dari 459 DPT hanya 301 yang menggunakan hak pilihnya.

TPS 49 Kelurangan Kamboja, yang terletak di Kampung Bukit, DPT 305 orang dan pemilih 205 orang. TPS 16 Kelurahan Bukit Cermin, DPT 232 jiwa pemilih hanya 146. Dan untuk TPS 3 Kelurahan Bukit Cermin, DPT 354 dan pemilih 235. TPS 2, DPT-nya 388 dan pemilih hanya 216. Dan untuk TPS 4 Kelurahan Kampung Baru, dari 316 DPT hanya 194 yang menyalurkan hak pilihnya.(btd/yustin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s