Penerbitan SIUP Maksimal Lima Bidang Usaha

Posted On Maret 27, 2009

Filed under Perpajakan

Comments Dropped leave a response

TANJUNGPINANG– Direktorat Bina Pasar dan Distribusi, selaku Dirjen Perdagangan dan Negeri Departemen Perdagangan RI, Fredy Hasan Basri SE, menegaskan, Keputusan Menteri (Kepmen) 36/M-DAK/Des/9/2007 tentang penertiban Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) telah diatur bahwa setiap satu SIUP hanya boleh untuk mengakomodir 5 bidang usaha.Sementara, yang terjadi di Povinsi Kepri selama ini, rata-rata masih menggunakan satu SIUP untuk banyak bidang usaha. Bahkan ada yang 10, bahkan 20 bidang usaha. Hal ini, jelas telah melanggar ketentuan Kepment yang ada, sehingga perlu ditertibkan.

“Inilah yang perlu kita luruskan. Selama ini mayarakat di Kepri ini masih banyak yang menggunakan 1 SIUP untuk menjalankan 10 bahkan lebih bidang usaha. Padahal, seharusnya hanya diperbolehkan maksimal 5 bidang usaha. Rata-rata Provinsi di Indonesia sudah menerapkan Kepmen 36 tersebut. Hanya saja, di Kepri baru Kota Batam yang sudah menerapkannya,” kata Fredy.

Bahkan, untuk pelanggaran atas penyalah gunaan SIUP dimaksud, para pemegang SIUP bisa dikenai sanksi, baik itu berupa teguran sampai tingkat pencabutan izin usaha itu sendii.

Lebih lanjut, mengingat pengeluaran izin SIUP adalah kewenangan Pemerintah daerah setempat, maka kedepananya pengawasan tidak hanya dilakukan kepada para pemegang SIUP, namun kepada pemerintah yang mengeluarkannya juga.

“Kita akan tingkatkan koordinasi ke masing-masing Pemda setempat. Bagaimanapun juga, yang mengeluarkan SIUP itu adalah Pemda. Oleh karena itu, dari sekaranglah kita bersama-sama meningkatkan koordinasi untuk meluruskan permasalahan yang selama ini salah pelaksanaannya. Terus terang, di Kepri ini yang sudah meneapkan Kepmen 36 tersebut baru Pemko Batam. Selebihnya masih banyak yang tumpang tindih,” kata Fredy kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negri (PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Darmawan mengatakan, hal seperti ini sudah sering terjadi di Kepri dan sudah saatnya segera ditertibkan.

“Kita akan tertibkan. Tujuannya untuk memberi ruang gerak bagi pengusaha-pengusaha yang lain, dan untuk menghapus sistem monopoli. Saya rasa, hal ini apabila dilakukan sangat baik. Disamping menjalankan amanah Kepmen, juga untuk saling berbagi kesempatan berusaha,” kata darmawanmenambahkan.(sm/bs).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s