HUT Ke-5 Kabupaten Lingga, LSM BPN Beri Rapor Merah

Posted On Maret 27, 2009

Filed under Berita

Comments Dropped leave a response

HUT Ke-5 Kabupaten Lingga, LSM BPN Beri Rapor Merah

KAMIS, 08-01-2009 13:14

Oleh : redaksi

LINGGA – Sempena HUT ke-5 hari jadi Kabupaten Lingga sesuai UU Nomor 31/2003, Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Pembela Negeri (BPN) memberikan rapor merah terhadap kinerja Pemerintah Lingga.

Prestasi yang dihasilkan Pemkab Lingga dalam mengisi pembangunan, dinilai gagal secara kwalitas. “Memang secara kuantitas, hasil-hasil proyek yang dikerjakan kelihatan. Akan tetapi secara kualitas, seluruh proyek yang dikerjakan baik pengadaan barang dan jasa, hasilnya sangat rendah,” ungkap Nizar Ketua LSM BPN, Rabu (7/1/2009).

Pemberian rapor merah bagi Pemkab Lingga, menurutnya cukup beralasan dan terbukti. “Dari data yang kami miliki, hingga tanggal 7 Januari 2009 – yang diklaim Pemkab Lingga sebagai hari jadi – tercatat sebanyak 13 pejabat Lingga telah ditangkap dan ditahan pihak kejaksaan dan kepolisian dengan berbagai dugaan pelanggaran hukum,” jelas Nizar yang juga mengatakan sebagian sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Senada dengan Nizar, Penasehat LSM BPN, Idrus juga mengamini rapor merah bagi Pemerintah Kabupaten Lingga. “Sejak diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004 lalu, hanya “raja-raja kecil” dan korupsi yang mengalami peningkatan,” pungkasnya.

Sementara, Idrus menambahkan, kesengsaraan rakyat bertambah dengan tumbuhnya penggangguran baru. Apalagi pasca penutupan kilang-kilang kayu dan 45 usaha dapur arang. Warga Lingga yang didominasi nelayan dan petani, belum mendapat tanda-tanda akan mendapat bantuan, baik permodalan maupun pelatihan dalam bidang pertanian.

Di sisi lain, lanjutnya, Bupati H. Daria hanya fokus mengobok-obok sumber daya alam, termasuk hutan yang tedapat di pulau-pulau kecil. “Kami juga mencatat sekitar 26 izin usaha pertambangan bouksit dan batu besi yang duterbitkan Pemkab Lingga,” paparnya.

Idrus juga menyebut rencana perkebunan kelapa sawit yang akan dikelola PT Sumber Sejahter Logistik Prima di Dusun Linau hanya sebagai kedok mencuri kayu (illegal logging).

Dalam catatan batamtoday, 18 orang pejabat Lingga berikut kroni-kroniya yang kini menjalani proses hukum, antara lain: 2 orang dalam kasus korupsi proyek pengadaan PDH (Kejati Kepri), 5 orang dalam kasus korupsi Bimbel (Kejati Kepri), 1 orang dalam kasus tanda tangan fiktif (Kejati Kepri), 3 orang dalam kasus pembalakan liar (illegal logging) di Dusun Linau (Polda Kepri), 2 orang dalam kasus korupsi dana bantuan organisasi (Polda Kepri), 1 orang dalam kasus narkoba (Polres Lingga), 2 orang dalam kasus perjudian (Polres Lingga) dan 2 orang dalam lidik Kajati Kepri dalam kasus korupsi pembangunan gedung sekolah dengan swakelola.(btd/Yustin MS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s